Friday, 4 September 2015

PELUANG USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG YANG MENJANJIKAN


PELUANG USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG

Ketikasebagianbesarpeternakayamterlenadengankokokayam broiler, ternyatakokokayamkampungmasihmempunyaiharapanbagi para peternakayam.

Di tengahgempuran para pemodalbesar yang siapmenjaminpasarayam broiler, masihada yang membuktikanprodukkampungtidakberartirejekinyakampungan. Dari sebidanglahan di KampungBurangkeng, Setu, Bekasi, Bambang Krista membuktikanjikaayamkampungbisamenjadirezekikota.

Berawalsejaktahun 1990, Bambangtelahmulaimenggelutibisnisternakayamtersebut. Mengawalikarierdenganayam broiler, akhirnyalulusanFakultasPeternakanUndip Semarang inimemutuskanberalihkeayamkampung. Peralihanitudisebabkankondisikrisis 1998 yang mengguncangkondisipenjualanayam broiler, di manahargapakannyanaikdrastismengikutihargatukardolarsaatitu.

Akibatnya, banyakpeternak yang kehabisan modal karenahargajual pun ternyatajatuh. “Waktuituekonomilagisulit, orang beliberassajasudahbagus,” ucapnya. Namun, kondisitersebuttidakmematahkansemangatpriakelahiran 5 Oktober 1963 di Solo iniuntukbangkitkembalibersamadenganbisnispeternakanayam.

Padatahun 2005 Bambangmemulaiusaha DOC (day old chicken) atauayamumursehari. DOC jugadikenalsebagaipithik di kalanganmasyarakatJawa. Padalahanseluastigahektare, usahatersebutmenyasarsegmenpasarsecaraumum. Baikitupengusaha yang berniatmelakukandiversifikasi, ataupun para calonpengusahaayamkampung yang inginbelajar.

Dalamusahanya, priaasal Solo inimempunyaitigaprodukutama, yaitu DOC, telur, danayamkonsumsi. DOC jugadapatdibagidua, yaitukelas super dankelasmurni. Sedangkan, ayamkonsumsidapatdibagidua, yaitudalamkondisihidupataupunkondisisiap yang diolah. “Untuk DOC yang kelas super itu, berartiayamdarihasilpersilangandenganberbagaijenis,” jelasnyasepertidilansir Sindonews.com.

Bambangjugamenjelaskanjika di peternakannyadalamsemingguproduksi DOC dapatmencapai 40.000, kemudiantelurbisamencapai 10.000 butir. Sedangkan, produksiayamkonsumsibisamelayani 1.500 per hari. “Suplaiayamkonsumsiuntukusahaayamgoreng di Jabodetabek,” ujarnya.

Denganhargajualuntuk DOC sebesar Rp4.000– 5.000 per ekor, Rp1.200–1.500 per butiruntuktelur, dan Rp25.000 Rp35.000/kg untukayamkonsumsi, serta Rp28.000/kg untukayamhidup. Walaupunsempatberat di awalusahanyaakibatsulitnyamencaripinjamandalammemulaiusahaayamkampungini, kiniiabolehberbanggadenganomzetnyadalamsebulan yang mampumenembus Rp400 juta.

Kondisiinitentusajaberbedadengandulu, bahkankinisemakinbanyaktawaranberbagai bank untukmeminjamkan modal usahakepadanya. Sebelumberkembangmenjadiproduk DOC, Bambangmemilihmemulaiusahanyadenganproduktelurayamkampung. Pemilihanuntukberawaldaritelurkarenatelurlebihamandibandingayam, sehinggabagusjikakitabarumerintisusaha.

Produktelurdapatdisimpanhinggajangkawaktutigaminggu, berbedadenganayam yang harussegeradijualjikatidakmaupembelilarikarenaberatayam yang tidaksesuaipermintaansedangkantelurcukuphanyadenganmengawasikondisitempatpenyimpanan. Keuntunganlainnyaialahkitatidakperlumemperhatikanberattelursepertiayam, jadilebihmudahdalammengelolanya.

Dalamperkembangannya alumnus Undipinimelihatpeluang yang dapatdimanfaatkan. Hal tersebutiasadarikarenamasihsedikitpengusahaayam yang maumenggarap breeding farm ayamkampungkarenaituberartipengusahahanyamendapatkanuangreceh. Karena, konsumenayamkampungmemangmasihberadadalamskalamenengah, dengantingkatpermintaan 300–500 ekor.

Berbedadenganbisnisayam broiler di manapasarsudahterbentukmapanuntukkonsumsiskalabesar. Kondisitersebutseringdianggaptidakefektifbagibanyakpengusaha, sehinggamalasuntukmenggarapnya. Sementara, Bambangtetapoptimistisuntukmenggarappasar breeding farm ayamkampungtersebutdanuntukituiaharussedikit repot dansabarmengurusipermintaandariberbagailokasi.

Kondisitersebutmembuatiaharusmembinapelanggannyahinggaakhirnyasaatiniiamempunyaipembeli yang secararutinmembeli 4.000 ekor DOC setiapminggunya. “Walaupuniniuangreceh, tapikalaudikumpulkanyalumayanjuga,”ucapnya.

Pembinaanpelangganinibetul-betuliaseriusi, halinidapatterlihatdenganditerbitkannyabeberapabukumengenaipengelolaanusahaayamkampungolehBambang Krista. Membuatbukudanmengadakanpelatihanternyatamenjadisaranapromosi yang efektifhinggasaatini.

Kegiatantersebutmemberikankeuntungandalamduaarah, bagiBambangdanjugapelanggannya. Kegiatantersebutberartimembukapeluangseluasluasnyabagisemua orang yang inginmencobausahaternakayamkampung.

Masihsepinyapasar breeding farm ayamkampunginijugadiakibatkankebijakanpemerintah yang menjagakorporasibesaruntuktidakturutbermaindalamternakayamkampung. Jikapemodalbesarikutbermain, makadapatdipastikan para peternaklokaltidakakanmampumengontrolhargaproduk di pasar.

0 comments:

Post a Comment